Rabu, 23 Juli 2014

RPP TKJ K3LH Dalam Penggunaan TIK

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

(RPP)
Sekolah                                   :  SMK ***
Mata Pelajaran                        :  Teknik Komputer dan Jaringan
Kelas / Semester                      :  X  / 1
Materi Pokok                          :  Kesehatan dan Keselamatan Kerja dalam penggunaan TIK
Alokasi Waktu                        :  1 x 45 Menit

A.    Kompetensi Inti (KI)
KI 1 Menghargai dan menghayati nilai kesabaran dan ketekunan dalam berusaha.
KI 2 Menghargai dan menghayati perilaku bertanggung jawab, rasa peduli, Kerja kelompok, keikutsertaan dalam mengerjakan tugas kelompok, dan  keaktifan dalam belajar.
KI 3 Melaksanakan prosedur K3, Menerapkan konsep lingkungan hidup serta Menerapkan pertolongan pertama pada kecelakaan (P3K)
KI 4 Mendeskripsikan keselamatan dan kesehatan kerja (K3)
B.     Kompetensi Dasar dan Indikator
Menerapkan prosedur lingkungan kerja tentang kesehatan, keselamatan dan keamanan
Indikator   :
1.      Memiliki sifat bersemangat dalam belajar dan tidak putus asa saat menemui kesulitan
2.      Memiliki kemauan bekerjasama dan kepedulian terhadap sesama.
3.      Mengetahui prinsip-prinsip Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3)
C.    Tujuan Pembelajaran
Setelah mengikuti proses pembelajaran diharapkan:
1.      Siswa bersemangat dan tidak mudah menyerah.
2.      Siswa bekerja sama dan peduli terhadap sesama.
3.      Siswa mampu Mengetahui prinsip-prinsip Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3).
D.    Materi Pembelajaran
Pertemuan I
Menerangkan tentang Kesehatan dan keselamatan kerja dalam TIK. (Materi terlampir)
E.     Metode Pembelajaran
Model Pembelajaran         : Inquiry dan Kooperatif
Metode Pembelajaran       : Ceramah Plus (Ceramah, Diskusi kelompok, Pemecahan masalah, Tanya jawab)
F.     Media,  Alat,  dan Sumber Belajar
Media                 : PPT, Buku, dan Modul.
Alat / Bahan       : Laptop, LCD, Alat tulis menulis.
Sumber Belajar   : 2014. modul k3lh versi Indonesia
                                http://realartefac.blogspot.com201302k3lh.html.
                           2011. Materi Pembelajaran K3LH.
                                        http://bluestar-7.blogspot.com/2011/10/materi-pembelajaran-k3lh.html.

G.    Langkah-Langkah Kegiatan Pembelajaran
NO.
Kegiatan
Alokasi waktu
Guru
Siswa
A.
Pendahuluan
( 7 menit )
1.    Guru memberi salam, tegur sapa, mengabsen siswa, memberi informasi target  yang akan dikuasai setelah selesai pembelajaran.
2.    Menggali pengetahuan awal siswa tentang K3LH : Apakah K3LH itu?
Bagaimana menerapkan K3LH dalam belajar?
Apa tujuan mempelajari K3LH dalam kehidupan sehari-hari dalam belajar?
3.    Membagi kelas dalam 5 kelompok


1.    Mempersiapkan untuk mulai pelajaran dan mendengarkan penjelasan guru

2.    Siswa mencoba untuk menjawab pertanyaan guru





3.    Berkelompok sesuai kelompoknya masing-masing






7 menit





B.
Kegiatan Inti ( 30 menit )

Eksplorasi
1.    Guru memberikan kesempatan kepada siswa melakukan eksplorasi dari literature yang dimiliki.
2.    Guru menggali pengetahuan awal siswa tentang K3LH untuk memancing pengetahuan siswa.
3.    Guru menggambarkan prinsip-prinsip kesehatan dan keselamatan kerja (k3) dalam TIK




Elaborasi
1.    Guru mempersilahkan setiap kelompok mendiskusikan Prinsip-prinsip K3 dalam TIK sesuai materi yang telah dibagikan (materi terlampir)
2.    Guru memberikan bimbingan dan memantau jalannya diskusi kelompok.
3.    Guru meminta perwakilan kelompok untuk menyampaikan hasil diskusi di depan kelas.


4.    Guru meminta siswa kelompok lain untuk menanggapi jawaban yang sudah disampaikan temannya di depan kelas.

5.    Guru memberikan skor hasil diskusi dan individu.


Konfirmasi
1.    Guru bersama siswa membahas jawaban yang benar.

2.    Guru mengkonfirmasi mengenai materi Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) dalam Penggunaan TIK



1.    Siswa membaca literature yang mereka miliki dan mencatat hal-hal yang penting.
2.    Siswa mempelajari prinsip-prinsip K3LH

3.    Siswa memperhatikan gambar dari guru dan mencatat hal-hal yang akan ditanyakan dari penjelasan tersebut.



1.    Siswa menerima LKS yang diberikan guru




2.    Siswa mendiskusikan Prinsip-Prinsip K3 di kelompoknya masing-masing.
3.    Salah satu siswa dalam kelompok maju untuk menyampaikan hasil diskusi di depan kelas.

4.    Siswa di setiap kelompok boleh menanggapi jawaban temannya.


5.    Setiap kelompok mengumpulkan hasil diskusinya.


1.    Siswa memperhatikan dan mencatat jawaban yang benar.

2.    Siswa memperhatikan dan mencatat yang belum ada.







10 menit






















20 menit










C.
Penutup ( 8 menit )
1.    Guru membantu siswa menyimpulkan materi yang telah dipelajari.

2.    Guru mengadakan evaluasi

3.    Guru menutup pelajaran dengan mengucap salam.


1.     Siswa menyimpulkan materi yang telah dipelajari


2.     Siswa mengerjakan instrument evaluasi
3.      Siswa menjawab salam.
8 Menit


H.    Penilaian
1.      Sikap Spritual
a.       Teknik                               : Pengamatan (Spiritual)
b.      Bentuk Instrumen             : Mengamati perilaku siswa
c.       Kisi-Kisi                            :
No.
Butir Nilai
(Sikap Spriritual)
Indikator
Sikap spiritual
1.
Tekun dan sabar
Semangat belajar
Tidak putus asa jika menemui kesulitan
d.      Instumen                           : Lihat Lampiran 1
e.       Rubrik Penilaian                : Lihat Lampiran 2

2.      Sikap Sosial
a.       Teknik                               : Kerja sama kelompok
b.      Bentuk Instrumen             : Penerapan rasa peduli, keikutsertaan dalam
  mengerjakan tugas kelompok, dan  keaktifan.
c.       Kisi-Kisi                            :
No.
Butir Nilai (Sikap sosial)

Sikap Sosial
1
Tanggung jawab dan bekerjasama
Tanggung jawab terhadap Tugas Kelompok dan Aktif dalam kelompok
d.      Instumen                           : Lihat Lampiran 3
e.       Rubrik Penilaian                : Lihat Lampiran 4

3.      Pengetahuan
a.       Teknik                               : Soal Lisan
b.      Bentuk Instrumen             : Tanya jawab
c.       Kisi-Kisi                            :
No.
Indikator
Hasil Penilaian
4
3
2
1
1
Menjelaskan tentang Prinsip-Prinsip k3 dalam Penggunaan TIK




Rerata Skor Yang Diperoleh




d.      Instumen                           : Lihat Lampiran 5
e.       Rubrik Penilaian                : Lihat Lampiran 6
4.      Keterampilan
a.       Teknik                               : Presentasi Kelompok
b.      Bentuk Instrumen             : Lembar penilain keterampilan
c.       Kisi-Kisi                            :
No.
Indikator
Hasil Penilaian
4
3
2
1
1
Diskusi Kelompok




2
Presentasi Kelompok




3
Penguasaan Materi




Rerata Skor Yang Diperoleh




d.      Instumen                           : Lihat Lampiran 7
e.       Rubrik Penilaian                : Lihat Lampiran 8
I.       Evaluasi
1.      Jelaskan  yang dimaksud dengan Kesehatan dan Keselamatan kerja!
2.      Sebutkan gangguan kesehatan yang mungkin muncul akibat penggunaan computer!
3.      Menurut Anda apa saja  keuntungan yang diperoleh dalam mengaplikasikan K3LH dalam penggunaan TIK?

                                                                                                            Makassar, 16 Juli  2014
Menyetujui,    
Dosen pembimbing                                                                             Guru






Sumber :  Sartika. 2014. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Sartika.File Word

                  www.scribd.com/doc/59733818/RPP-K3LH

EVALUASI SISI POSITIF DAN NEGATIF UJIAN NASIONAL

Ujian Nasional merupakan jadwal tahunan yang diselenggarakan oleh pemerintah untuk mengevaluasi hasil belajar siswa selama beberapa tahun sebelumnya. Meliputi berbagai tingkat pendidikan, mulai dari SMP, sampai yang terakhir yakni SMA. Dari ujian ini dapat juga dikatakan sebagai sebuah penentu kelayakan seorang siswa untuk lulus dari jenjang pendidikan yang dijalani. Yang unik dari kegiatan tahunan ini adalah tiap kali ujian nasional akan digelar, seluruh elemen masyarakat ikut tertarik ke dalam perbincangan perdebatan tentang perlu tidaknya diadakan ujian nasional. Bahkan acara-acara yang mengklaim ingin memotivasi para peserta pun bermunculan di berbagai channel televisi.
Adanya Ujian Nasional untuk siswa, baik pemda maupun sekolah bisa mempelajari letak kekurangan atau kelemahan setiap sekolah di setiap daerah jika dibandingkan dengan perolehan nasional yang dicapai. Wamendikbud pak Musliar bertutur “Kita berikan hasil pemetaan UN ke semua provinsi dan kabupaten/kota dalam bentuk CD. Semua sekolah ada datanya. Nantinya, CD pemetaan hasil UN yang dikirimkan Kemendikbud ke pemda tersebut berisi grafik dan pemeringkatan sekolah-sekolah dalam UN. Termasuk juga nilai-nilai siswa dan rata-rata sekolah per mata pelajaran. Dengan begitu, baik pemda maupun sekolah bisa mempelajari letak kekurangan atau kelemahan setiap sekolah di setiap daerah jika dibandingkan dengan perolehan nasional yang dicapai”.
Nilai positif untuk siswa sendiri dapat membuat siswa lebih giat belajar, lebih berpikir kritis mengenai masa depan termasuk sekolah yang akan di gapai, lebih semangat untuk bersaing dengan siswa yang lain, siswa lebih berani bertanya dengan guru atau teman lain serta semakin cepat pengetahuan maupun pengalaman yang di dapat karena waktu untuk belajar lebih banyak dari sebelumnya jauh dari persiapan Ujian Nasional.
Nilai Negatif adanya ujian nasional ini dapat dilihat dengan perlunya persiapan tenaga ekstra dari siswa untuk melaluinya. sehingga memunculkan sikap kurangnya rasa percaya diri disertai dengan kegelisahan. Belum lagi jika siswa memberlakukan system kebut semalam dalam belajarnya hingga membuat habis tenaga serta depresi karena terlalu keras dalam mempersiapkan ujian nasional. Pemerintah sendiri mengklaim bahwa dengan sistem UN seperti saat ini para siswa menjadi lebih rajin belajar. Pada satu sisi pernyataan pemerintah ini benar. tetapi belajar dipersempit maknanya hanya dengan membahas soal-soal. Padahal belajar lebih dari itu. Belajar merupakan proses panjang yang diakhiri dengan evaluasi dan bukan hanya mempelajari soal-soal ujian. Satu hal lagi yang yang dilupakan oleh pemerintah adalah bahwa tidak semua siswa menjadi lebih rajin dalam mempersiapkan menghadapi UN. Pemerintah mungkin lupa akan setiap siswa memerlukan perlakuan yang berbeda termasuk dalam hal cara belajar dan sifat para siswa yang memang sangat beragam. Ada siswa yang diancam akan lebih giat dan rajin belajar, tetapi tidak semua menjadi lebih rajin hanya dengan ancaman. Ada yang perlu penyadaran agar lebih rajin. Singkat kata tidak mungkin membuat siswa siswi kita yang jumlahnya ribuan tersebut dengan satu sistem dan metode saja walaupun metode tersebut nampaknya berhasil. Oleh karena itu pemerintah untuk lebih instrospeksi diri dan melihat dampak negatifnya yang sudah banyak terbukti dan bukan hanya mempertahankan argumen manfaatnya saja.

Ujian Nasional juga dari tahun ke tahun yang mengandalkan sistem pilihan ganda sangat memungkinkan segala sesuatunya terjadi. Bisa saja ada unsur spekulasi dan untung-untungan di dalam menjawab soal-soal ujian. Dengan pilihan deretan huruf yang ada yakni A, B, C, D, serta E sangat dimungkinkan terjadi kecurangan termasuk dengan bantuan teknologi yang dapat ditransferkan oleh seseorang kepada para siswa dengan cepat bahkan saat ujian berlangsung. Dari hal itu bisa memicu tindakan untuk bertindak curang hingga dampak apabila siswa yang kurang peduli dengan ujian nasional kemudian tidak lulus akan sangat mengecewakan untuk dirinya maupun orang tua bahkan dapat mengambil keputusan untuk berhenti sekolah.

Rabu, 09 Juli 2014

Sejarah Perkembangan Basis Data

Database adalah kumpulan informasi yang disimpan di dalam komputer secara sistematik/ teratur sehingga dapat diakses/ diperiksa/ digunakan menggunakan suatu program komputer untuk memperoleh informasi dari basis data tersebut.
Software database merupakan aplikasi perangkat lunak yang digunakan oleh user untuk mengelola dan memanggil database tersebut. Pengelolaan dan pemanggilan query basis data disebut dengan sistem management basis data (database management system). Contoh software database diantaranya adalah

Senin, 06 Januari 2014

Mencetak Variabel dengan Bahasa Pemrograman Java




Mendeklarasikan dan mencetak variabel 

      public static void main(String[] args){
            int number =10;
            char letter ='a';
            boolean result = true;
            System.out.println("Number = " + number);
            System.out.println("Letter = "+ letter);
            System.out.println("Result = "+result);
            System.out.println("Str = hello");
      }

Resensi Film THE RON CLARK STORY


Nurul Hasanah 1129040103

Film ini memiliki cerita yang sederhana namun memiliki alur yang santai. Bercerita tentang semangat seorang Guru dengan metode berbeda dalam mengajar untuk murud-murid pilihan di sebuah sekolah SD di New York. Tokoh utama dalam film ini adalah Ron Clark yang diperankan oleh Matthew Perry, seorang guru yang sangat cerdas, pantang menyerah, penyayang, inovatif, kreatif dan bersemangat. Film yang berdurasi 90 menit ini banyak menjadi sorotan khususnya Perekembangan pendidikan.